Penelitian Tindakan Sekolah Untuk Kepala Sekolah Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Pembelajaran oleh Prof Ali Imron

Makalah Disampaikan pada Sosialisasi Akuntabilitas Kinerja Kepala Sekolah Dalam Inovasi Pembelajaran

A. PTS Dalam Perspektif Teori Kebenaran

Jika kita ingin menelusuri filosofi penelitian tindakan/PT (action research), termasuk penelitian tindakan sekolah (PTS), kita harus menelusuri teori kebenaran (theories of thruth). Paling tidak, ada 6 teori kebenaran, ialah: (1) kebenaran korespondensi, (2) kebenaran konsistensi, (3) kebenaran koherensi, (4) kebenaran pragmatis, (5) kebenaran performatif dan (6) kebenaran konsensus.

Sesuatu dipandang benar menurut teori kebenaran korespondensi, jika ada kesesuaian antara pernyataan dengan kenyataan. Menurut teori kebenaran konsistensi, sesuatu dipandang benar jika antar pernyataan dan proposisi terdapat kesesuian. Dan, menurut teori kebenaran koherensi, sesuatu dipandang benar manakala suatu pernyataan cocok dengan sistem pemikiran. Pragmatisme menyatakan bahwa sesuatu dipandang benar manakala memiliki manfaat atau nilai guna. Lebih lanjut, sesuatu dipandang benar menurut teori performatif, jika ia menciptakan realitas. Sementara itu, menurut teori kensensus, sesuatu dianggap benar jika disepakati secara bersama-sama oleh banyak orang (Wikepedia, 2007).

Dilihat dari makna kebenaran dari berbagai perspektif teori tersebut, tampaknya PT, termasuk PTS, berada dalam frame teori kebenaran pragmatis dan performatif. Dinyatakan berada dalam frame kebenaran pragmatis, karena aktivitas yang dilakukan dalam PT dan PTS, berguna untuk memecahkan masalah-masalah praktis. PT dan PTS juga berada dalam frame keberan performatif, karena bebenaran itu harus diupayakan melalui tindakan nyata dan terencana yang menghasilkan perubahan dalam sebuah realitas (Setyadin, 2007).
Empat premis PT termasuk PTS yang berasal dari filsafat pragmatis adalah: (1) dalil Charles S Peire (1839-1914) yang menyatakan bahwa konsepsi-konsepsi semua manusia itu ditentukan oleh akibat-akibat, (2) dalil William James (1842-1909) yang menyatakan bahwa kebeneran akan ditemukan melalui proses usaha dalam praksis, (3) dalil inquiry John Dewey (1859-1952) yang menyatakan bahwa pemikiran rasional itu bercampur dengan tindakan, dan (4) dalil Goerge Herbet Mead yang menyatakan bahwa tindakan manusia merupakan refleksi dari konteks masyarakat dan refleksi sosial.
Berdasarkan filsafat pragmatis yang dianut, di era 1940 Kurt Lewin, seorang ahli psikologis sosial yang terkenal dengan teori medannya, mengembangkan penelitian tindakan. Langkah-langkah PT yang dikalukan oleh Kurt Lewin masih diabadikan hingga kini
Selanjutnya, penelitian tindakan banyak dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi secara bertahap. Oleh karena itu, penelitian tindakan dipandang sebagai salah satu piranti dalam pengembangan organisasi (organizational development), perubahan organisasi (organizational change), dan peningkatan kapasitas organisasi (organizational capacity building). Kini, PT banyak dipakai secara meluas, termasuk untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. PT yang secara khusus dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran disebut peneltian tindakan kelas (PTK). Sejak tahun 2007, Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jendral Mutendik Depdiknas, mengembangkannya lagi menjadi penelitian tindakan sekolah (PTS). Jika PTK dilakukan oleh guru dan dosen, atau kolaborasi di antara keduanya, maka PTS dilakukan oleh kepala dan pengawas sekolah guna meningkatkan kinerja manajerial kepala sekolah dan kinerja pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru.

Yang selalu menonjol dalam PT, sebagaimana namanya, ialah terdapatnya suatu tindakan. Dalam perspektif teori kritis, seorang peneliti tidak akan terlepas dari tanggungjawab sosialnya, jika saat meneliti ia juga terlibat dalam suatu tindakan nyata yang bebasis dari hasil penelitiannya. Bahkan menurut perspektif teori kritis, seorang ilmuwan sosial dipandang lari dari tangungjawab, ketika ia hanya bisa meneliti tetapi tidak terlibat dalam suatu tindakan nyata. Tampaknya, melalui PTS, seorang peneliti yang juga sekaligus sebagai praktisi (kepala sekolah dan pengawas), mengemban tanggungjawab sosial berdasarkan hasil penelitiannya, dengan melakukan suatu tindakan perbaikan.

Download fullteks artikel Penelitian Tindakan Sekolah Untuk Kepala Sekolah Dalam Rangka Peningkatan Kinerja Pembelajaran oleh Prof Ali Imron.

You may also like...

Language >>