Pengembangan Model Pembiayaan dan Pembinaan Keuangan Usaha Kecil oleh Lembaga Keuangan Formal di Sentra-Sentra Industri Kecil di Jawa Timur

RINGKASAN

Laporan Penelitian Strategis Nasional, Tahun 2009 Pengembangan Model Pembiayaan dan Pembinaan Keuangan Usaha Keeil oleh Lembaga Keuangan Formal di Sentra-Sentra Industri Kecil di Jawa Timur.

Penelitian ini mencoba mengembangkan model penyaluran kredit (pembiayaan) dan pembinaan keuangan usaha kecil di sentra-sentra industri kecil yang ada di Jawa Timur yang dilakukan oleh lembaga-lembaga keuangan formal. Dengan adanya gambaran yang jelas mengenai model-model penyaluran kredit dan pembinaan baik yang efektif maupun yang tidak efektif oleh lembaga-Iembaga yang berbeda, dapat dilakukan kombinasi tertentu guna menemukan formula terbaik dalam melakukan penyaluran kredit dan pembinaan keuangan usaha kecil tersebut.

Penelitian ini dirancang dalam dua tahap sebagai berikut : 1) Tahap pertama (tahun 2009) merupakan tahap pengembangan dan uji terbatas model pembiayaan dan pembinaan keuangan (untuk memperoleh model yang paling efektif); 2) Tahap kedua (tahun 2010) merupakan tahap penerapan model dan melakukan evaluasi serta perbaikan untuk menyempumakan model penyaluran kredit dan pembinaan keuangan tersebut oleh lembaga keuangan formal pada sentra-sentra industri kecil.

Industri kecil di Indonesia dikembangkan dalam sentra-sentra industri kecil yang salah satunya bertujuan mempermudah pembinaan. Penelitian ini dilakukan di Sentra-sentra industri kecil di Jawa Timur yang meliputi Sentra Industri Mebel Kayu Pasuruan. Sentra Industri Tempe di Malang, Sentra Industri Kerajinan Perak di Lumajang serta Sentra Industri Sandaldan Sepatu di Mojokerto.

Dengan metode prosentase dengan narasi bermakna diperoleh gambaran bahwa perlu adanya model pembiayaan dan pembinaan keuangan yang terpadu dengan pengembangan non keuangan seperti pemasaran, teknologi, manajemen dan sebagainya. Dengan melakukan eksploarasi lebih lanjut diperoleh bahwa telah ada model pembiayaan dan pembinaan keuangan dalam sentra yang disebut dengan Model MAP.

Dengan melakukan observasi dana wawancara lebih lanjut diperoleh adanya beberapa kelemahan dari sisi pelaksanaan program ini. Dari berbagai kelemahan yang ada direkomendasikan adanya suatu model pelengkap model yang sudah ada yaitu model pengukuran kinerja pihak-pihak terkait dalam MAP ini. Harapannya dengan penerapan model penilaian kinerja pihak terkait, dalam jangka panjang akan bermanfaat dalam penentuan pihak-pihak yang benar-benar profesional dan layak untuk melaksanakan program tersebut.

Kata Kunci : Model Pembiayaan dan Pembinaan Keuangan, Usaha Kecil, Sentra lndustri Kecil

You may also like...

Language >>