Macam Sumber Informasi Ilmiah

Sebagai pengetahuan dalam menelusur dan menfaatkan informasi dan sebagai mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), berikut ini materi terkait dengan pengelompokan sumber informasi. Dalam fungsinya sebagai pusat kegiatan informasi, perpustakaan memerlukan sumber informasi, sarana penyampai dan penerima infor­masi tersebut. Informasi dapat berupa keterangan yang berasal dari ide-ide pemikiran perorangan maupun kelompok yang tercetak mau-pun  terekam, gambar, data dan sebagainya.

Dewasa ini produsen informasi menghasilkan produk informasi yang demikian melimpah dan dikemas dalam berbagai bentuk. Kondisi semacam ini dinamakan dengan istilah ”ledakan informasi”. Karena keanekaragaman bentuk sumber informasi maka akan sangat menyulitkan petugas informasi untuk menemukan kembali informasi yang diperlukan. Untuk itu maka sumber informasi perlu dikelom-pokkan menurut subjek, format, kode atau gabungan dari unsur-unsur tersebut. Berdasarkan kemutakhiran informasi yang dikandungnya, penggolongan dapat dikelompokkan ke dalam sumber primer, sekunder dan tertier.

  1. Sumber primer adalah karangan asli yang ditulis secara lengkap oleh satu atau beberapa orang. Yang termasuk sumber primer antara lain monografi, artikel, majalah, hasil penelitian, laporan langsung, serta skripsi, tesis dan disertasi, dengan penjelasan sebagai berikut:
  2. Monografi merupakan buku teks yang bisa merupakan hasil karya pengarang tunggal atau bersama, karya editor, terjemahan, dan saduran,
  3. Artikel Majalah adalah artikel hasil penelitian, deskripsi tinjauan pustaka, dan sebagainya yang diterbitkan secara berkala dalam majalah profesi, jurnal atau majalah ilmiah,
  4. Hasil penelitian merupakan hasil penemuan baru yang didasarkan atas hipotesis yang telah dikaji kebenarannya yang mungkin pula merupakan kelanjutan dari suatu penelitian sebelumnya.
  5. Laporan langsung atau reportase merupakan hasil rekaman atau wawancara langsung dari suatu kejadian atau pembica-raan langsung dengan seorang ahli dalam suatu bidang dan pada suatu tempat yang tertentu (invisible college). Misalnya perang, upacara kenegaraan, atau sepakbola, sidang MPR.
  6. Skripsi, tesis atau disertasi merupakan karya tulis seseorang sebagai pertanggungjawaban dalam menyelesaikan studi pa-da strata pendidikan S1, S2, atau S3 yang ditulis secara analitis, untuk mencapai gelar akademis.
  7. Sumber sekunder merupakan segala jenis ringkasan sumber primer. Sumber ini merupakan alat bantu bagi pemakai jasa perpustakaan dalam menentukan jenis informasi yang diperlukan. Melalui ringkasan karangan asli, pemakai dapat memilih karangan yang sesuai dengan bidangnya. Termasuk sumber sekunder antara lain sebagai berikut.
  8. Ensiklopedi merupakan sumber referens yang paling lengkap sebab tidak hanya memberikan keterangan secara ringkas yang mengarah kepada definisi tetapi juga menguraikan se-cara lebih rinci suatu subjek, bahkan dilengkapi dengan gambar.
  9. Kamus ialah buku yang mengandung kata-kata yang disusun secara alfabetis dan berisi arti kata, akar kata, sinonim, antonim, asal kata dan contoh pemakaian dalam kalimat.
  10. Direktori adalah daftar alamat organisasi asosiasi, swasta per-orangan maupun pejabat, yang memuat data lengkap tentang nama alamat, nomor telepon, aktifitas, nama pimpinan/penanggungjawab, penerbitan-penerbitan, dan sebagainya.
  11. Buku Pegangan (handbook) memuat bunga rampai informasi yang dipusatkan pada pokok bahasan tertentu yang dipergunakan sebagai pedoman untuk mengerjakan sesuatu.
  12. Almanak berisi bunga rampai data, fakta, peristiwa dari suatu wilayah, industri atau subjek dalam tahun lalu.
  13. Buku Tahunan merupakan ikhtisar yang terbit setahun sekali yang memuat data, peristiwa dan statistik yang ada pada tahun sebelumnya.
  14. Biografi merupakan informasi yang memuat data perorangan yang berisi nama, tempat/tanggal lahir, pendidikan, keahlian, jabatan, hobi dan hasil karya dalam bidangnnya. Sedangkan sumber biografi dapat diketemukan pada autobiografi, ka-mus, ensiklopedi, maupun direktori.
  15. Geografi berisi informasi tentang nama kota, wilayah, sungai, gunung, dan keterangan geografis lainnya yang disusun secara alfabetis. Sering juga memuat data kependudukan seba-gai informasi tambahan. Bentuk penyajian bisa berupa globe, atlas atau kamus ilmu bumi (gazetter).
  16. Indeks adalah koleksi referens yang berisi daftar karya tulis yang disusun secara alfabetis, untuk menunjukkan di mana bahan-bahan tersebut dapat ditemukan. Indeks sering terdapat pada halaman akhir suatu monografi.
  17. Abstrak memuat ringkasan karangan atau artikel yang meliputi data bibliografis mengenai karangan aslinya, yang disu-sun secara singkat, objektif, dan informatif.
  18. Bibliografi berisi daftar buku atau bahan pustaka lainnya dalam susunan sistematis abjad, nomor kelas atau subjek.

Sumber referens lainnya bisa berupa terbitan pemerintah (go-verment publication), data statistik, dan Peraturan Pemerintah, serta kurikulum.

  1. Sumber Tertier. Sumber ini dapat dipergunakan sebagai informasi pemula atau sebagai alat untuk penelusuran lebih lanjut. Jenis sumber ini adalah indeks abstrak dan bibliografi dari bibliografi. Karya abstrak sering terbit sebagai serial (berseri). Bila terbitnya teratur dapat disusun indeks abstraknya. Sedangkan Biblio-grafi dari bibliografi memuat buku bibliografi yang pernah terbit. Sehingga dengan buku ini kita dapat mengetahui bibliografi apa saja yang pernah terbit dan dengan pokok bahasannya. Sebagai bahan acuan dalam menggunakan koleksi referens akan ditunjukkan hubungan antara klasifikasi jenis pertanyaan dengan sumber referens yang dipergunakannya.

Mengingat bahwa buku referens (acuan) sifatnya sebagai buku pemandu, maka bahan pustaka tersebut harus selalu berada di dalam perpustakaan dan tidak boleh dipinjam untuk di bawa pulang. Sebagai pembeda dengan bahan pustaka yang lain, bahan pustaka yang ter-masuk kelompok buku acuan yang dimiliki oleh Perpustakaan UM, pada punggung buku buku ditempeli label dengan warna dasar merah dengan tanda huruf ‘R’. Di samping ketiga jenis sumber informasi yang telah disebutkan di atas masih ada satu jenis bahan pustaka yang lain yaitu Reserve Book (buku cadangan/tandon). Sebagai suatu sum-ber informasi, reserve book sebenarnya merupakan kumpulan bebe-rapa jenis bahan pustaka, yang bisa meliputi monografi, bagian dari monografi, atau artikel suatu jurnal yang karena banyak peminatnya sedangkan jumlahnya sangat terbatas, maka koleksi bahan pustaka ini dikumpulkan pada suatu tempat tertentu dan diperlakukan sebagai buku referens. Untuk membedakan dengan jenis koleksi yang lain, buku tandon di perpustakaan UM diberi label warna biru dengan tanda huruf ‘RV’.

Dengan semakin luasnya ruang perpustakaan, bahan pustaka di Perpustakaan UM dibagi dalam lima kelompok, dan ditempatkan pada ruang yang masing-masing terpisah satu dengan yang lain, ke-cuali buku teks yang dikelompokkan menjadi satu dan diurutkan dengan nomor klasifikasi Dewey.