Pidato Ilmiah Prof. Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd “PEMBELAJARAN DETEKSI KUALITAS AIR SEDERHANA DENGAN INDIKATOR BIOLOGI BENTOS MAKROINVERTEBRATA”

Pidato Ilmiah Prof. Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd “PEMBELAJARAN DETEKSI KUALITAS AIR SEDERHANA DENGAN INDIKATOR BIOLOGI BENTOS MAKROINVERTEBRATA”. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Biologi
pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang tanggal 17 Desember 2019.
Penurunan kualitas air ditandai dengan beberapa karakteristik baik secara kimia, fisika, maupun biologi. Dengan demikian, deteksi kualitas air dan berbagai polutan air dapat dikarakterisasi berdasarkan fisika, kimia, dan biologi. Karakteristik fisika diantaranya warna, bau, padatan tersuspensi, suhu, kecepatan arus. Contoh dari karakteristik kimia yaitu oksigen terlarut, pH, chemical oxygen demand (COD), chlorin, minyak. Sedangkan hadirnya organisme phatogen, blooming alga merupakan karakteristik biologi.
Pelaksanaan pemantauan (deteksi) kualitas air pada umumnya menggunakan parameter fisiko-kimia dan jarang menggunakan parameter biologi. Beberapa parameter fisiko-kimia untuk menentukan kualitas air yaitu kecepatan arus, suhu, konduktivitas, padatan tersuspensi, pH, O2 terlarut, CO2 bebas, nitrat, nitrit, ammonia, dan BOD. Nilai setiap parameter fisiko-kimia untuk menentukan kualitas air sungai tertera pada Tabel 2.
Pemantauan kualitas air menggunakan parameter fisiko-kimia mempunyai beberapa kelemahan diantaranya hanya menggambarkan kualitas air sungai pada saat pengambilan sampel atau dalam jangka pendek (Bere & Tundisi, 2010). Dengan demikian, pemantauan dengan parameter biologi atau yang disebut dengan biomonitoring, layak dipertimbangkan untuk mendeteksi kualitas air. Biomonitoringkualitas air, yaitu pemantauan kualitas air dengan menggunakan mahluk hidup di dalam ekosistem perairan itu sendiri sebagai dasar untuk mendeteksi polusi air (Szczerbi├▒ska & Galczy├▒ska, 2015). Biomonitoringmerupakan sarana penting untuk memantau kualitas sungai, karena komunitas biota air cenderung merespon perubahan faktor fisiko-kimia perariran (Margolis, 1999; Rimet, 2012; Lavoie, Campeau, Zugic-Drakulic, Winter, Fortin, 2014; Lenard, Ejankowski, & Poniewozik, 2019).
Penggunaan indikator biologi dalam menentukan kualitas air sungai telah terbukti lebih efektif karena organisme air mengintegrasikan karakteristik struktural dan fungsional serta mencerminkan kesehatan sungai yang dipelajari (Bonada, Prat, Resh, & Statzner, 2006). Indikator biologi yaitu, spesies atau komunitas, dan proses biologi yang digunakan untuk menilai kualitas lingkungan dan bagaimana perubahannya seiring waktu (Beyeler & Dale, 2001).

Download Fullteks Pidato Ilmiah Prof. Dr. Susriyati Mahanal, M.Pd “PEMBELAJARAN DETEKSI KUALITAS AIR SEDERHANA DENGAN INDIKATOR BIOLOGI BENTOS MAKROINVERTEBRATA”

You may also like...

Language >>