Model Pengukuran Kinerja Usaha Kecil Menengah di Kota Malang

Abstrak
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran keberhasilan yang digunakan oleh pengusaha UKM. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan 3 (tiga) informan pengusaha makanan di Kota Malang. Hasil analisis data menemukan bahwa UKM menggunakan ukuran kinerja keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Kinerja jangka pendek diukur dari laba yang diperoleh serta kecukupan dana kas untuk operasional usaha, sedangkan keberhasilan jangka panjang diukur dari perkembangan jumlah kekayaan, perkembangan pasar, kapasitas produksi, dan jumlah pegawai. Ukuran keberhasilan lainnya lebih bersifat subyektif, yakni tergantung pada motivasi pengusaha mendirikan UKM. Ukuran non keuangan yang banyak digunakan adaIah perkembangan status sosial ekonomi pengusaha di lingkungan sekitarnya dan kesejahteraan tenaga kerjanya.

Kata-kata Kunci: ukuran kinerja UKM, ukuran obyektif, ukuran subyektif

Abstract

This study aims to observe the success of measurement applied in SME and uses phenomenology approach that was supported by 3 (three) informants offood entrepreneurs in Malang. The result of data analysis revealed that SME uses short-term and long-term financial performance. The short-term performance is measured by profit gained and the adequacy of cash for operational activities. Meanwhile, the determinant factor of long-term peiformance consists of the improvement of total assets, market development, production capacity and the number ofemployees. Other measurement is far more subjective. including the entrepreneurs’ motivations to establish SME. The non-financial performance commonly used is the development ofeconomic social status obtained by entrepreneurs in their environment and the wealth oftheir employees.

Keyword: performance measurement of SME, objective measurement, subjective measurement

* Penulis Utama, Jurnal Administrasi dan Bisnis, Volume 7, Nomor 2, Desember 2013

Download fullteks disini.

You may also like...

Language >>